Kepala BPMP Kepri Menyongsong Transfomasi Pembelajaran di Kabupaten Kepulauan Anambas

24 November 2023

Tarempa-media center. Kepala BPMP provinsi Kepulauan Riau melakukan audiensi kepada bupati kepulauan anambas sebagai komitmen UPT kemendikbud ristek demi menyongsong Transformasi Pembelajaran di kepulauan anambas. Kegiatan berlangsung di ruang rapat kantor bupati kepulauan anambas (23/11).

Pada kegiatan tersebut dihadiri bupati kepulauan anambas, ketua tim inovasi dan transformasi pembelajaran direktorat smp, ketua komisi satu DPRD, asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga beserta jajarannya, kepala badan perencanaan pembangunan daerah, kepala badan pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah dan kepala dinas komunikasi dan infomatika.
Dalam sambutannya kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga mengatakan kami berusaha untuk melaksanakan seluruh program yang telah diberikan secara maksimal.

“tentu bapak ibu di dalam implementasi itu akan mengalami banyak kendala namun kendala-kendala yang kami hadapi tidaklah menjadi kami patah semangat untuk terus menuntaskan sesuai dengan target yang sudah diberikan oleh pemerintah kami terus berjuang bersama-sama” ujarnya
Dalam kesempatan yang sama ketua tim Inovasi dan Transformasi Pembelajaran Direktorat SMP syahda sukma Indira mengatakan maksud kedatangan kesini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi terhadap kebijakan terkait implementasi kurikulum merdeka jadi kami ingin mengidentifikasi barangkali ada masalah dan kendala dalam implementasi kurikulum merdeka. dan juga melakukan advokasi penguatan pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka di satuan pendidikan.


“kurikulum merdeka ini menjadi salah satu episode ke 15 dari merdeka belajar tujuannya ini adalah untuk mengatasi krisis belajar dengan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman nyaman inklusif dan menyenangkan.juga untuk mentransformasikan bagaimana praktek pembelajaran yang berpusat pada siswa dan memperkuat budaya refleksi budaya belajar dan berbagi sesama bapak ibu pendidik, kemudian untuk meningkatkan hasil belajar dan membentuk karakter belajar untuk belajar sepanjang hari.” ujarnya
“jadi kami laporkan bahwa saat ini bapak dan ibu di Indonesia sudah hampir 70% satuan pendidikan telah menerapkan kurikulum merdeka. harapannya nanti di tahun 2026 100%.di tahun 2024 nanti kurikulum merdeka akan disahkan menjadi kurikulum nasional dan ditargetkan 80% satuan pendidikan Indonesia sudah menerapkan itu” tambahnya

Pada kesempatan yang sama bupati kepualaun anambas Abdul haris sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut mengatakan sudah 15 tahun anambas ini berdiri, jadi kami memulai anambas ini dari 0, kami sulap kecamatan berubah menjadi kabupaten, jadi masih memilki serba keterbatasan baik sarana prasarana, sumber daya.

“jadi dengan adanya kebijakan merdeka belajar kita terus berpacu. dari sisi program dari awal kita memberikan kesempatan kepada para guru kita untuk mereka meningkatkan sumber daya mereka, kami juga mohon nanti di dalam evaluasinya yang pasti masih ada kekurangan sana karena persoalan mutu dan merdeka belajar ini tidak juga terlepas dari pendukung dari sektor-sektor lain , walaupun kita masih banyak tantangan hambatan segala macam tapi kita tidak menjadikan itu sebagai penghalang dan menjadi kita lemah.” Ujar bupati kepulauan anambas.

Dikesempatan yangs sama kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Prov Kepri, warsita mengatakan sekolah di Kabupaten Kepulauan Anambas Sudah Dapat Menghadirkan Keamanan dan Kenyamanan dalam Proses Pembelajaran Namun, Capaian Literasi dan Numerasi Masih Memerlukan Peningkatan.


“Akar Masalah dari Literasi Dan Numerasi Yang Rendah Adalah Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran oleh Guru Masih Kurang. Meningkatkan Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran oleh Guru Melalui Fasilitasi Komunitas Belajar Pendidik dan Tenaga Kependidikan melalui 2 kegiatan yaitu pertama pembentukan komunitas belajar dan memastikan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah terlibat aktif dalam komunitas tersebut. kedua Fasilitasi pertemuan guru/pendidik dalam wadah berbasis komunitas untuk meningkatkan kualitas layanan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan.” ujarnya

“Langkah operasional yang dapat dilaksanakan antara lain sebagai berikut:
1. Penetapan SK komunitas belajar, termasuk didalamnya tujuan, kegiatan, lini masa pelaksanaan, susunan organisasi, dsb terkait komunitas belajar.
2. Melakukan pengawasan/monitoring atas komunitas belajar yang telah dibentuk minimal 3 (tiga) bulan sekali dan/atau kegiatan lainnya yang relevan
3. Pelaksanaan kegiatan komunitas belajar sebagai wadah peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah dan pengawas.
4. Pemerintah Daerah memfasilitasi pertemuan di MGMP, MKKS, dan MKPS secara berkala dan memberikan insentif agar pertemuan di komunitas dapat terus terselenggara dengan baik”

Warsita juga menjelaskan Subkegiatan dan Pagu Indikatif Pemenuhan SPM Bidang Pendidikan Kab. Kepulauan Anambas Tahun 2024 dan peta guru penggerak di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Penulis : Fadli

Dilihat 45 Kali