Direktorat SMP dan BPMP Provinsi Kepri Melakukan Visitasi Pelaksanaan IKM di Kepulauan Anambas

26 November 2023

Kepulauan Anambas-Media Center. Antuasisnya peserta didik SMPN 1 Siantan timur menyambut kedatangan kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepri dan direktorat SMP Kemendikbud ristek. Kunjungan tersebut merupakan kegiatan Visitasi implementasi kurikulum merdeka yang dilaksanakan oleh direktorat SMP, jumat (24/11).

Penyambutan dilakukan dengan menggunakan taradisi tepung tawar dan disematkan tanjak melayu kepada Kepala BPMP Provinsi Kepri dan Tim Direktorat SMP oleh ketua Lembaga Adat Melayu kecamatan siantan timur, camat siatan timur dan korwil di pelabuhan setempat. Kedatangan kami di dampingi juga oleh Kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga beserta kabid beserta jajarannya.

Sekolah yang berlokasi di pulau Nyamuk, Kec. Siantan Timur, itu berjarak kurang lebih 500 meter dari pelabuhan. Disepanjang jalan menuju sekolah terlihat anak-anak sekolah menyambut dengan gembira. Disekolah Tim disambut dengan tarian persembahan oleh murid dari SMPN 1 Siatan timur.
Dalam sambutannya kepala sekolah SMPN 1 siantan timur Aidon Iskandar, mengatakan terimakasih telah berkunjung di sekolah kami yang di pelosok negeri dengan menempuh perjalanan laut. Jumlah siswa kami 92 orang, jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 25 orang.


“Tahun 2022/ 2023 kelas 7 telah menerapkan kurikulum merdeka, Kendala guru-guru dalam mencari referensi dikarenakan sinyal yang kurang ditempat kami ini, namun kami tetap semangat dalam mengimplementasi kurikulum merdeka. Implementasi kurikulum merdeka ditempat kami masih belum sempurna penerapannya selain dari pada sinyal, kami masih belajar dan terus belajar untuk medapatkan pemahaman yang diinginkan oleh kurikulum mereka” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama kepala dinas pendidikan kepemudaan dan olahraga kabupaten Kepulauan Anambas, Tony karnain yang juga mendampingi visitasi tersebut menyampaikan bahwa hari ini merupakan hari yang sudah dijadwalkan untuk di kunjungi oleh tim direktorat SMP.
“kendala yang sering disampaikan oleh kepala sekolah disini adalah sinyal namun dari progres PMM mereka tidak ada masalah, sejauh ini progres nya telah hijau semua, namun yang perlu ditingkatkan dari PMM adalah jumlah hari belajar dan menonton webinar saja” ujarnya.


Kepala BPMP provinsi kepulauan Riau Warsita dalam sambutannya mengatakan bahwa dia terharu karena seluruh elemen masyarakat bergotong-royong membangun pendidikan disini.“Kepulauan Anambas pada tahun 2022 dianugerahi sebuah penghormatan dari kementerian pendidikan bahwa salah satu kabupaten untuk lingkup pendidikan dengan semangat wilayah yang mengedepankan transformasi pendidikan. Jadi seharusnya seluruh sekolah sudah melakukan transformasi pendidikan.”ujarnya.

“Tujuan pendidikan kita yaitu ,1. Pendidikan harus Mampu memberikan pengetahuan. 2. Harus memperhalus Budi bahasa dan meningkatkan adab yang baik 3. Pendidikan harus mampu mendorong peserta didik kita untuk memiliki keterampilan sehingga bisa bersaing bekerja. “kepulauan anambas di tahun 2022 dianugrahi oleh kemendikbud” Tambahnya.

Ketua tim kerja inovasi transformasi pembelajaran direktorat SMP, Syahda Sukma Indira dalam sambutannya menyampaikan sebagai informasi Saat ini sudah hampir 70 persen satuan pendidikan telah menerapkan Kurikulum Merdeka (KM) di Indonesia, melalui program sekolah penggerak, SMK Pusat Keunggulan, dan pelaksana KM secara mandiri. Target nasional tahun depan 2024, 80% satuan pendidikan menerapkan KM, bersamaan dengan pencanangan KM sebagai KM nasional; dan tahun 2026, 100% satuan pendidikan menerapkan KM.


“Berdasarkan data khusus kepulauan riau ada 1.840 atau 63,1% satuan pendidikan sudah menerapkan kurikulum merdeka, khusus Kepulauan Anambas ada 131 atau 79, 88%. artinya ini menjadi tugas kita bersama untuk terus bisa mengadvokasi satuan pendidikan untuk mulai belajar dan berubah untuk menerapkan KM.” ujarnya.

“Maksud kedatangan kami ini untuk mengetahui bagaimana persepsi pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka di lapangan. Apa tantangan yang dihadapi dan apa solusi yang dilakukan. Kurikulum merdeka tidak lepas dari transformasi digital dan di dalam platform mereka mengajar itu merupakan sumber belajar bagi para guru. Dan para guru dituntut untuk berinovasi dan berkreatif agar mampu menciptakan generasi peserta didik yang kreatif dan inovatif dan memiliki karakter profil pada Pancasila.” Tambahnya.

Penulis :Fadhli

Dilihat 51 Kali